Berlomba-Lomba-Dalam-Kebaikan-Disertai-Hadis

Berlomba-Lomba Dalam Kebaikan Disertai Hadis

Bersaing dalam Kebaikan: Dan lakukan yang terbaik agar orang-orang pergi kesana – pembaca yang kami banggakan, kali ini Dutadakwah akan memberikan materi tentang “Kompetisi dalam Kebaikan”. Pastabiqul-khairat merupakan amalan yang memang diatur dalam ajaran Islam.

Ukur diri Anda dalam kebaikan: dan dukung agar orang-orang pergi ke sana

 

Berlomba-Lomba-Dalam-Kebaikan-Disertai-Hadis

 

Berikut Ini Telah Kami Kumpulkan Yang Bersumber Dari Laman https://www.dutadakwah.co.id/ Yang Akhirnya Saya Tuliskan Disini.

Kali ini tentang topik kita “kompetisi dalam kebaikan”. Kami akan mendeskripsikan subjek sesuai dengan apa yang kami lihat dari penjelasan Alquran dan hadits nuqilkan. Dan untuk lebih jelasnya kita ikuti kata pengantar di bawah ini.
pengantar

Damai besertamu, damai sejahtera atas Tuhan dan berkat atas dia

بسم ا ا ا رحيم رحيم رحيم بعد بعد بعد

Alhamdulillah Alhamdulillah yang menyuruh kita berlari dengan kebaikan. Shalawat Salam semoga Allah menganugerahkan pada Hari Nabi Besar Muhammad Shollallahu ‘alaihi wa sallam. Tuhan memberkati pembaca. Mungkin pembaca sering menghadiri acara Musabaqah. Nah, pada kesempatan itu Dutadakawah akan memberikan materinya.

Jalankan selamanya

Perlombaan untuk kebaikan dijelaskan dalam Al Qur’an, seperti yang dikatakan Allah:

فَاسْتَبِقُواْ الْخَيْرَاتِ ، سورة البقرة: ١٤٨

Artinya, “Maka Anda semua berlari untuk berbagai perbuatan baik.” (Surat al-Baqarah: 148)

Dan di ayat lain, Allah Ta’ala juga berfirman:

وَسَارِعُواْ إِلَى مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلم

Itu artinya: “Dan segeralah ke pengampunan Tuhanmu dan juga masuk ke surga luas seperti langit dan bumi, dipersiapkan untuk saleh.” (Ali-lmran: 133)

Hadits tentang persaingan dalam kebajikan

Mengenai berbagai amal kebaikan, Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam berpesan agar kita bersatu. Alasan terburu-buru untuk berbuat baik adalah: kita masing-masing tidak tahu apa yang akan terjadi di hadapan kita, hanya Allah yang tahu yang terbaik. Jadi jangan lewatkan kesempatan bagus karena mungkin tidak akan terulang. Tuhan tahu.

Petama akan bergegas keluar untuk amal

Ada banyak hadits yang menjelaskan bagaimana terburu-buru beramal, diantaranya:

أن أبي هريرة أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: “يصبح الرجل فيها مؤمنا ويمسي كافرا أو يمسي مؤمنا ويصبح كافرا يبيع دينه بعرض ا الدنيا, رواه مسلم ..

Artinya: Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah bersabda:

“Cepatlah, kalian semua, lakukan perbuatan baik sebelum berbagai fitnah muncul dibandingkan dengan drama dari malam yang sangat gelap.”

Pada pagi hari orang tersebut menjadi mukmin dan bisa menjadi kafir di malam hari, ada orang lain yang masih beriman di malam hari tetapi pagi menjadi kafir. Orang ini menjual agamanya dengan harta duniawi. “(HR. Muslim)

Kedua, tentang mempercepat handout

Dalam hadits disebutkan:

عن أبي سروعة – بكسر السين المهملة وفتحها – عقبة بن الحارث رضي الله عنه, قال: صليت وراء النبي صلى الله عليه وسلم بالمدينة العصر, فسلم ثم قام مسرعا فتخطى رقاب الناس إلى بعض حجر نسائه, ففزع الناس من سرعته, فخرج عليهم, فرأى أنهم قد عجبوا من سرعته, قال: «ذكرت شيئا من تبر عندنا, فكرهت أن يحبسني, فأمرت بقسمته, رواه البخاري

Artinya: Dari Abu Sirwa’ah (dengan rahmat Muhmalah yang berdosa dan bisa juga dikatakan tentang dia), yaitu “Uqbah bin al-Harits r.a., dia berkata:

“Aku sholat di belakang nabi di Madinah yaitu shalat Ashar. Lalu, setelah bersalaman dan terburu-buru, dia terus menyeberangi leher orang banyak untuk masuk ke salah satu kamar istrinya. Banyak orang yang Takut melihatnya dengan tergesa-gesa. Selanjutnya, Nabi keluar lagi untuk menemui teman-temannya dan menemukan bahwa mereka benar-benar terkejut karena dia terburu-buru tadi. Kemudian dia berkata:

َكَرْتُ شَيْئًا مَنْ تِبْرٍ عِنْدَنَا ، فكَرِهتُ أَنْ يَحْبِسَنِيْ ، فَأَمَرْتُ فَأَمَرْتُ

“Aku ingat sebongkah emas di tempatku, jadi aku tidak senang ketika itu mengganggu pikiranku untuk menghadap Allah Ta’ala. Itulah sebabnya aku menyuruhmu untuk berbagi lebih cepat.” (Kisah Bukhari)

Dan itu disebutkan dalam riwayat lain oleh Imam Bukhari sebagai berikut:

كُنْتُ خَلَّفْتُ فِي البَيْتِ تِبْرًا مِنَ الصَّدَقَةِ, فَكَرِهْتُ ُنْ أُبَيِّتَهُ

“Saya meninggalkan sepotong emas di rumah untuk mendapatkan hasil sedekah, jadi saya tidak senang ketika saya menggunakannya.”

At-tibru yang artinya kepingan emas atau perak.
Ketiga tentang Jihad Fi Sabilillah

Dijelaskan dalam sebuah hadits:

عَن جَابِرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رٌضٌلٌ للِّنِّبِّ ََ؟ Qalal: ف الجْنَّةِ فَأَلْقَى تَمَرَاتٍ كَّنَّ فِي يَدِهِ. متفقٌ عَلَيهِ

Artinya: Dari Jabir r.a. Dia berkata: Ada seorang pria yang berkata kepada Nabi pada hari Perang Uhud:

“Apa yang akan Anda katakan jika saya terbunuh di tempat yang seharusnya saya temui?” Nabi berkata, “Di surga.”

Pria itu kemudian membuang beberapa buah kurma yang masih ada di tangannya lalu dia dibunuh dan disiksa. “(Muttafaq ‘alaih)

Ringkasan Demikia berakhir; Bersaing dalam kebaikan: dan sarankan orang pergi ke sana – apa pun yang bisa dijelaskan, semoga pembaca terinspirasi dan dapat mempraktikkannya. Penjelasan kami jika pembaca merasa tidak nyaman dengan penyimpanan ini. Wallahul-muwaffiq.

Lihat Juga : https://www.dutadakwah.co.id/doa-menyembelih-hewan/