Cara Menanam/budidaya Jagung Hibrida

Cara Menanam/budidaya Jagung Hibrida

Cara menanam jagung hibrida

Cara Menanam/budidaya Jagung Hibrida

Jagung telah lama dibudidayakan oleh petani Indonesia dan merupakan bahan makanan pokok kedua setelah padi. Penduduk Indonesia bagian timur seperti Nusa Tenggara Timur, Madura, sebagian Maluku dan Irian Jaya sudah terbiasa menggunakan jagung sebagai makanan pokok sehari-hari. Produksi jagung Indonesia sebagian besar berasal dari Pulau Jawa (± 66%) dan sisanya berasal dari provinsi di luar Jawa, khususnya Lampung, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, dan Nusa Tenggara Timur.

Jagung memegang peranan penting dalam industri pertanian. Untuk 2009, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan mengklaim produksi jagung mencapai 18 juta ton. Jagung digunakan untuk konsumsi, bahan baku industri makanan, industri pakan dan bahan bakar. Permintaan jagung dari tahun ke tahun terus meningkat seiring dengan berkembangnya industri pakan dan pangan.

Cara Menanam Jagung Hibrida

Keterbatasan tumbuh jagung yang menyebabkan produktivitas jagung rendah antara lain serangan hama dan penyakit. Hama yang sering menyerang tanaman jagung adalah penggerek batang jagung, kutu daun, penggerek kuping jagung, dan thrips. Penyakit bulai, hawar daun, dan karat merupakan penyakit umum pada tanaman jagung yang dapat menurunkan produksi jagung.

Artikel Lainnya: 14 cara menanam jagung manis agar berbuah besar dan pemupukan

persiapan tanam

Jagung hibrida membutuhkan kondisi tanah yang gembur, subur, dan bebas gulma. Pengolahan tanah bertujuan agar tanah gembur, tidak tergenang air, bebas dari gulma pesaing, dan tidak terlindung dari sinar matahari. Persiapan lahan untuk jagung dapat dilakukan dengan dua cara:

Pengolahan Tanah Sempurna (OTS)

Tanah dibajak atau dicangkul sedalam 15-25 cm. Hal ini dilakukan dua kali, kemudian permukaan tanah digaru sampai rata, setelah itu tanah siap untuk ditanami. Pada saat mengolah tanah, kondisi tanah tidak boleh terlalu basah dan tidak terlalu kering, sehingga mudah dikerjakan, tidak terlalu lengket dan mudah gembur. Biasanya, pengolahan tanah yang sempurna dilakukan pada tanah yang berat, sedangkan pengolahan tanah yang sedikit diperlukan pada tanah yang ringan dan berpasir.

Tanpa pengolahan tanah (TOT)

Tanah disemprot herbisida, kemudian dibiarkan selama 1 minggu, kemudian ditanami benih jagung. Metode TOT lainnya adalah lahan ditanam langsung tanpa persiapan tanah, melainkan hanya menanam baris dalam barisan yang akan ditanami. Penyiangan dilakukan sebelum benih tumbuh.

Artikel lain : Budidaya lada

Tanaman

Ada tiga komponen yang harus diperhatikan dalam penanaman sebagai prasyarat untuk memperoleh hasil yang tinggi, yaitu:

waktu tanam

Waktu tanam yang tepat mengurangi kegagalan panen dalam hal ketersediaan air, serangan hama dan ketersediaan nutrisi.

kedalaman lubang tanam

Kedalaman lubang tanam harus diperhatikan agar pertumbuhan tanaman tidak terhambat dan tidak mudah roboh. Lubang tanam dibuat dengan tugal sedalam 3-5 cm tergantung kelembaban tanah. Jika tanah cukup lembab, kedalamannya 3 cm.

jarak tanam

Pada kegiatan ini disiapkan ranjau plastik, ditempatkan dalam barisan tanaman dengan jarak 20 cm, dan patok sepanjang 75 cm ditempatkan di antara barisan. Kemudian lubang yang sudah selesai mendapatkan 2 biji per lubang untuk menghindari transplantasi karena ini akan membuat tanaman tidak merata dan menyulitkan destubbing. Kemudian Furadan juga diberikan sebelum penutupan. Pupuk dasar bisa diberikan segera atau saat tanaman sudah tumbuh. Ketika ditransplantasikan di lapangan, dihasilkan tanaman jantan dan betina, hasil tanaman betina tersebut digunakan sebagai benih hibrida, yang kemudian diperbanyak oleh petani.

Artikel Lain: Cara menanam stroberi

Penanaman tidak serentak, tetapi dibuat pola baris pertama tanaman jantan 2 ST (hari sebelum tanam), kemudian dua baris berikutnya tanaman betina 0 HT (hari tanam) dan baris berikutnya 4 HST (hari setelah tanam). ) dibuat). Jarak yang digunakan adalah 40 cm antara tanaman jantan dan betina, sedangkan 70 cm digunakan untuk tanaman antara tanaman betina.

Sumber :