Perbedaan Asuransi Syariah Dan Konvensional

Perbedaan Asuransi Syariah Dan Konvensional

Perbedaan Asuransi Syariah dan Asuransi Konvensional

Perbedaan Asuransi Syariah Dan Konvensional

Perbedaan Asuransi Syariah dan Asuransi Konvensional – Dalam hidup, setiap orang harus menanggung risiko hidupnya sendiri. Karena tidak ada seorang pun selain Tuhan yang dapat menjamin seperti apa kehidupan di masa depan.

Yang mengatakan, kita tidak akan pernah tahu masalah apa yang akan muncul di masa depan. Pertanyaannya, apakah kita siap menghadapi semua risiko tersebut?

Khususnya, risiko yang berkaitan dengan keuangan dan kesehatan. Pada dasarnya, banyak orang merasa tidak siap.

Meski sudah jelas siap atau tidak, risiko tetap akan terjadi.

Nah, hal itulah yang mendorong banyak orang untuk membeli produk asuransi.

Di satu sisi, Anda mencoba menyiapkan payung sebelum hujan datang. Dalam konteks ini, persiapkan diri Anda sebelum risiko terjadi.

Saat ini, asuransi menjadi jawaban yang sering dipilih banyak orang dalam menghadapi kekhawatiran tersebut. Di Indonesia sendiri ada dua jenis asuransi yang bisa kita temukan.

Perbedaan antara asuransi syariah dan asuransi konvensional

Dalam Fatwa dan Mui 2021 tentang pedoman umum asuransi syariah disebutkan bahwa asuransi syariah adalah usaha saling tolong-menolong dan juga antara sejumlah orang atau pihak melalui penyertaan dalam bentuk harta atau tabarru dengan pola bagi hasil. dalam menghadapi risiko tertentu melalui penggunaan akad yang sesuai dengan Syariah Islam.

Dalam hal ini, perusahaan asuransi syariah adalah pengelolanya.

Yaitu sebagai pihak yang mengelola dana Tabarru nasabah untuk saling membantu, atau yang biasa disebut dengan risk sharing.
Tren: Asuransi jiwa terbaik di tahun 2022

Adapun Dana Tabarru sendiri, nasabah terutama disumbangkan oleh empat hal yaitu Ujrah, Klaim Risiko, Pembayaran Reasuransi dan juga Surplus Asuransi.

Artinya, asas asuransi ini adalah ta’awun, yang berarti setiap nasabah memiliki kontribusi dan kesempatan untuk membantu nasabah lain secara bijaksana, serta memberikan rasa aman dan nyaman ketika ada risiko yang ditanggung peserta. ke mereka.

Oleh karena itu, tidak berlebihan jika dikatakan bahwa melindungi masyarakat asuransi syariah ini dapat mempererat persaudaraan, memupuk kepedulian, meningkatkan gotong royong dan menjadi tempat berbuat kebaikan.

Lalu apa perbedaan antara asuransi syariah dan asuransi konvensional? Tentu saja dari sekilas penjelasan singkat di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa kedua perusahaan asuransi ini berbeda dalam hal konsep manajemen.

Untuk asuransi syariah, proteksi digunakan dengan konsep risk sharing management sedangkan asuransi tradisional menggunakan konsep risk transfer.
Trending: Prinsip Asuransi Syariah yang Perlu Dipahami

Pengalihan risiko itu sendiri merupakan lindung nilai berupa pengalihan risiko ekonomi kematian atau nyawa tertanggung kepada perusahaan sebagai penanggung risiko.

Sederhananya, risiko ekonomi perusahaan asuransi ditanggung oleh langganan atau pendaftaran pemegang polis.

Sementara itu, berbagi risiko ini mengarahkan kliennya untuk saling membantu melalui investasi aset yang menawarkan pola pengembalian untuk menghadapi setiap risiko atau masalah yang muncul, dengan menggunakan kontrak yang tentu saja sesuai Syariah.

Selain beberapa perbedaan di atas antara asuransi syariah dan asuransi konvensional, ada beberapa perbedaan lainnya.

Misalnya dalam hal kontrak atau perjanjian atau kontrak, dalam hal kepemilikan dana, surplus underwriting dan beberapa perbedaan lainnya.

Itulah sekilas perbedaan antara asuransi syariah dan asuransi konvensional, meski sudah dipahami. Mungkin berguna.

Sumber :