Pesatnya-teknologi-harus-diimbangi-keamanan-siber

Pesatnya teknologi harus diimbangi keamanan siber

Pesatnya teknologi harus diimbangi keamanan siber

Pesatnya-teknologi-harus-diimbangi-keamanan-siber

Pesatnya perkembangan teknologi informasi harus diantisipasi, terutama yang berkaitan dengan cybersecurity, sehingga lembaga-lembaga seperti Siber Nasional dan Kode Negara (BSSN) dapat disiapkan untuk itu.

“Kami membutuhkan semacam lembaga yang memantau proses lalu lintas di dunia maya secara komprehensif dan integratif. Itulah semangat kelahiran BSSN,” kata Andreas Hugo Pareira, anggota Komisi I DPR RI, dalam siaran pers, Sabtu.

Politisi PDIP menyatakan harapannya bahwa BSSN akan segera membangun struktur kerja sehingga dapat segera memantau proses lalu lintas informasi di dunia maya, dan bahwa ada banyak karyawan yang memahami pesatnya perkembangan TI.

Sementara Roy Suryo melihat Notodiprojo, anggota Komisi DPR, kehadiran BSSN diperlukan untuk mengatasi kondisi perkembangan teknologi, yang semakin maju dan mutakhir, terutama yang berkaitan dengan dunia cyber.

Politisi Partai Demokrat optimis bahwa BSSN dapat melakukan tugasnya dengan baik dengan sumber daya untuk mendukung BSSN, yang lebih dari 95 persen elemen State Code Institute dan elemen dari Kementerian Komunikasi dan Informasi.

Wimboh Santoso, Ketua Dewan Komisaris Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mengatakan bahwa risiko serangan dunia maya pada sistem keuangan semakin meningkat karena penyebaran cepat teknologi informasi dan komunikasi dalam industri jasa keuangan.

“Upaya untuk mencegah serangan siber tidak hanya dapat dilakukan oleh satu negara

, tetapi harus menjadi inisiatif global karena peretas beroperasi tanpa sepengetahuan perbatasan nasional,” kata Wimboh pada seminar “Praktik Terbaik Keamanan Dunia Maya Internasional” di Annual World Bank dan IMF pertemuan di Washington, DC. diterima sebagai rilis Antara di Jakarta pada Rabu (18/10).

Menurut Wimboh, peningkatan penggunaan Internet oleh pemerintah, layanan publik, dan perusahaan swasta, termasuk industri jasa keuangan, akan memiliki dampak yang luar biasa jika mereka tidak ditangani dengan benar.

Seperti diberitakan, banyak bakat informasi dan teknologi

(TI) masih kurang di Indonesia, meskipun perkembangan ekonomi digital di negara ini telah berkembang pesat dan pola struktur konsumsi publik telah berubah.

Ketua Go-Jek Nadiem Makarim mengatakan pada hari Rabu (20 September) dalam sebuah diskusi di Jakarta Convention Center bahwa kurangnya bakat dalam teknologi informasi (TI) harus menjadi perhatian pemerintah. Salah satu kemungkinan adalah meningkatkan materi pengajaran di bidang TI pada tahap awal.

Menurut Nadiem, “coding” atau pemrograman komputer harus

diajarkan pada usia muda. Karena kemampuan dalam bahasa pemrograman selalu dibutuhkan oleh industri, terutama saat ini ketika ekonomi konvensional sedang diubah menjadi digital.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memuji semua pemain ekonomi digital di negara itu yang dengan cepat menggunakan teknologi informasi untuk mengikuti laju pergeseran perdagangan dari konvensional ke sistem digital.

 

 

sumber :

https://tutubruk.com/
https://memphisthemusical.com/

https://officialjimbreuer.com/
https://newsinfilm.com/

https://callcenters.id/
https://nomorcallcenter.id/

https://appbrain.co.id/
https://merkterbaru.id/