Tahun Ajaran Baru Quipper Semangati Siswa Lewat Fitur dan Materi Baru

Tahun Ajaran Baru, Quipper Semangati Siswa Lewat Fitur dan Materi Baru

Quipper menyambut awal tahun ajaran baru 2022-2023 dengan materi dan fitur baru, pembaruan aplikasi, dan pengenalan karakter inspiratif sebagai Sahabat Belajar Quipper. Penyempurnaan dan pembaruan pada layanan dan fitur Quipper dimaksudkan untuk memastikan bahwa setiap siswa terus menerima pengalaman belajar yang bermakna dan nyaman untuk mengejar keuntungan atau kerugian belajar yang dialami selama pandemi.

Pada konferensi pers “Lebih Baik Bersiap Menghadapi Tahun Pelajaran Baru Bersama Quipper”, perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Orale Tua Simanullang, S.Pd., aktor, model dan penyanyi Reybong.

Dalam dua tahun terakhir, kehilangan pembelajaran telah menyebabkan penurunan hasil belajar, sehingga peningkatan harus datang dari sektor pendidikan untuk membantunya mengejar. Dalam konteks ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Dinas Pendidikan mendorong agar mata pelajaran yang berbeda saling mendukung dalam proses pemulihan pembelajaran.

“Dalam upaya pemulihan dari kehilangan pembelajaran, pemerintah terus melakukan perubahan kebijakan dan mendorong berbagai pihak untuk memberikan dukungan besar-besaran terkait pemulihan layanan pendidikan. Saat ini, sebagian besar sekolah telah berbasis 100% di ruang kelas dan kami terus mendorong proses pembelajaran menggunakan teknologi informasi dan komunikasi,” kata Horale Tua Simanullang, S.Pd., yang menjabat sebagai wakil koordinator PDPK (Pembinaan Karakter Siswa) Bidang Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta.

Penerapan PTM 100% harus meminimalkan propagasi kehilangan pembelajaran. Di sisi lain, teknologi telah terbukti menjadi solusi untuk berbagai jenis pelaksanaan pembelajaran, baik itu pembelajaran jarak jauh, pembelajaran tatap muka, dan pembelajaran campuran. Hal ini dilaporkan oleh saudaranya Paulus Sumarno, Direktur dan Presiden Yayasan Pangudi Luhur, Bernadus Cikarang.

“Di sekolah kami sudah menerapkan teknologi untuk membantu KBM sejak awal pandemi. Salah satunya adalah dengan menggunakan sistem manajemen pembelajaran seperti Quipper School Premium. Teknologi ini sangat berguna untuk mengatur kelas dan kegiatan pengajaran secara lebih efektif dan efisien. Ke depan, kami akan terus memaksimalkan penggunaan teknologi ini meski pembelajaran 100% tatap muka,” ujarnya.

Dari segi psikologis, salah satu faktor yang menyebabkan hilangnya kemampuan belajar adalah kesehatan mental siswa. Psikolog Aji Cokro Dewanto, S.Psi., M.Psi mengatakan, banyak mahasiswa yang terpaksa mengikuti PJJ di tengah lingkungan keluarga yang kurang kondusif akibat orang tua kehilangan pekerjaan, anggota keluarga terpapar Covid-19 atau bahkan harus bersaksi karena meninggal dunia. orang tersayang dari Covid-19. Kondisi ini tentunya menimbulkan kecemasan pada anak yang pada gilirannya mengurangi fokus belajar. Aji mengingatkan perlunya peran berbagai pihak dalam memulihkan kesehatan mental siswa.

Sumber: